Kamis, 12 Maret 2015

MENAPAKI PERJALANAN BAHTERA RUMAH TANGGA



Pasti kita sudah sangat familiar dengan salah satu ayat tentang pernikahan. Ya, QS : Ar rum 21

”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir “

Allah sudah menentukan takdir masing2 hambaNya saat kita masih berusia 120 hari dalam kandungan ibu. Hidup, mati, rizki dan jodoh. Oleh karena itu tak ada alasan untuk khawatir masalah jodoh. Pasti bertemu. Jika tidak sekarang, berarti nanti. Jika tidak di dunia, berarti pasti bertemu di akhirat. Ini masalah keimanan.

Dan ternyata konsep jodoh ini pun bisa dianalisa dari sisi medis. Pernah ada penelittian terhadap pasangan suami istri yg telah menikah. Ternyata bahkan sampai struktur kecil sel dan DNA pun di ditakdirkan  antara suami istri. Strukturnya saling melengkapi. Hal ini tidak terjadi pada pasangan yang meski tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan.

Fase-fase pernikahan :
0-4 thn fase pengenalan
Harus disiapkan bahwa bukan fase bulan madu. Namun, sebaiknya kita juga perlu berusaha membangun fondasi rumah tangga dari hal-hal yang berada di luar urusan kamar tidur. Ini saatnya bicara, apa yang akan kita berdua rencanakan untuk masa depan keluarga. Visi misi keluarga. Bentuk kerja sama tim suami-istri, Kapan akan punya anak, lalu bagaimana karier Anda dan suami. Siapa yang akan mengasuh anak nanti, dan apa harapan suami untuk anak-anak dan juga Anda. Bicarakan ini, maka selanjutnya kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk perdebatan yang tidak perlu. 

Pada fase ini juga disebut fase adaptasi dibangun atas dasar komitmen. saling mengenal, saling terbuka. Fase romantik love.
Semakin rendah toleransi kepada pasangan, maka semakin tinggi konflik yang akan muncul. Toleransi ini juga berdasarkan seberapa besar masing-masing berani untuk mengurangi sifat egosentris dalam dirinya dan berusaha menerima orang lain secara ikhlas. Kalau terpaksa, maka itu pun akan menjadi potensi stres di kemudian hari.

Oleh karena itu pada fase ini kuncinya adalah berlapang dada, memperbanyak sabar. Yakinlah, bagaimana pun suami kita, ia adalah laki-laki terbaik bagi kita menurut Allah.

4-8 thn fase munculnya konflik
Ketika antara suami atau istri tidak ada kesabaran akan perbedaan yang ada.
Berbagai masalah yang bisa menimbulkan konflik pun bisa dari berbagai pintu. Perbedaan cara pandang dalam menjalani kehidupan perkawinan adalah masalah yang paling sering menjadi sumber konflik. perbedaan latar belakang pendidikan, sosial ekonomi, budaya, dan agama saja sudah bisa mendatangkan konflik. Ini masih ditambah lagi dengan perbedaan cara mendidik anak dan cara mengelola keuangan, misalnya. Selain itu, pihak ketiga yang masuk di dalam rumah tangga, bisa dari dalam, misalnya mertua, ipar, keponakan serta pihak dari luar seperti pria/wanita lain juga bisa menjadi faktor pemicu konflik yang tajam.

Salah satu penyebab pasangan suami-istri mengalami perceraian pada fase ini adalah karena mereka tidak berusaha untuk mempertemukan dua pikiran, dan malah menghindari perbedaan pendapat. Oleh karena itu kunci dr fase ini adalah komunikasi. Jangan pernah memendam konflik. Utarakan, sampaikan dan segera cari jalan keluarnya.

8-15 thn strugle love. Fase Kebosanan
Wajar jika pada masa ini akan muncul kebosanan. Karena hampit tiap hari kita bertemu dengan orang yang sama. Jika tak disiasti hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.
Sempatkan untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan. Atur rencana untuk bisa berduaan saja. Tidak perlu sampai meninggalkan anak, tapi mungkin dengan menunggu mereka tidur di malam hari, lalu bisa nonton berduaan dengan pasangan dan bercakap-cakap. Variasi gaya dalam aktivitas di atas ranjang. Dsb

15 tahun ke atas
Discovery love. Merekonstruksi ulang cinta, tujuan bersama.
Masa ini juga rentan karena ini masa puber kedua.
Pertanyaan:
Apa tanda dia jodoh kita?
Minta petunjuk dengan istikharah. Tidak harus dengan mimpi, tapi kemantapan hati dan kemudahan proses juga menjadi tanda dia adalah jodoh kita insyaa Allah.

Semoga Bermanfaat,,

Sabtu, 07 Februari 2015

KISAH SEORANG NENEK TUA DAN DAUN


Kisah yang diceriterakan oleh seorang Kiai Madura, D. Zawawi Imran, ini bisa membuat bulu kuduk kita merinding.

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh.

Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan shalat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid.

Ia lalu mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan yang ada sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai shalat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ.

Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

“Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan seperti biasa.

Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.

Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya ini tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah SAW. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi SAW menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah yang diceriterakan oleh seorang Kiai Madura, D. Zawawi Imran, ini bisa membuat bulu kuduk kita merinding.

Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal di hadapan Allah SWT. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur:

Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?

Wanita Tua inilah Sosok Bidadari Surga.

Subhanallah...

Allahumma Shollii Alaa Muhammad wa ‘Alaa Aali Muhammad

Sabda Rasulullah SAW; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada." (HR. Muslim)




http://www.nationalelektronik.com